Rabu, 18 September 2024

DATA CENTER

A. Data Center 

     Data center adalah fasilitas fisik yang digunakan untuk menyimpan, mengelola, dan mengolah data serta aplikasi yang diperlukan oleh suatu organisasi. Data center biasanya dilengkapi dengan perangkat keras dan perangkat yang diperlukan untuk menjalankan operasi komputasi dan penyimpanan data.




Sumber gambar://Herza.id

1. Jenis-jenis 

a)Data center on-premise: Data center yang berada di lokasi fisik organisasi, biasanya terletak di kantor pusat atau cabang perusahaan.

b)Data center colocation: Data center yang menyediakan ruang fisik untuk organisasi menyimpan perangkat keras mereka sendiri, namun infrastruktur seperti listrik, pendingin udara, dan keamanan          disediakan oleh penyedia colocation.

c)Data center cloud: Data center yang menyediakan infrastruktur komputasi dan penyimpanan data secara virtual melalui internet.

2.Manfaat 

   a)Penyimpanan data yang aman: Data center dilengkapi dengan sistem keamanan yang ketat untuk melindungi data dari ancaman keamanan seperti hacking atau pencurian data.

   b)Ketersediaan data yang tinggi: Data center biasanya dilengkapi dengan sistem backup dan redundansi yang memastikan data tetap tersedia dan dapat diakses kapan pun dibutuhkan.

   c)Skalabilitas: Data center memungkinkan organisasi untuk menyesuaikan kapasitas penyimpanan dan komputasi sesuai dengan kebutuhan mereka tanpa harus menginvestasikan banyak biaya.

   d)Efisiensi operasional: Dengan menggunakan data center, organisasi dapat mengurangi biaya operasional dan meningkatkan efisiensi dalam pengelolaan data dan aplikasi mereka.

Berikut adalah daftar 6 perusahaan data center terkemuka di Indonesia.

1.Graha Teknologi Nusantara (GTN) 
     PT. Graha Teknologi Nusantara (GTN) adalah salah satu perusahaan penyedia layanan data center terkemuka di Indonesia. Perusahaan ini merupakan hasil joint venture antara PT. Multipolar Technology Tbk (MLPT), Mitsui & Co., Ltd. (Mitsui) dan Mitsui Knowledge Industry Co., Ltd. (MKI). Namun pada tahun 2022, pusat data ini diakuisisi oleh EdgeConneX, sebuah perusahaan penyedia pusat data asal Singapura. 
Berdiri sejak tahun 2016, target perusahaan ini adalah menyediakan layanan data center tier 4 terkemuka di Indonesia dengan kualitas Jepang. Saat ini, GTN memiliki 1 pusat data tier 3 dengan kapasitas 7 MW yang terletak di Cikarang, Bekasi. Rencananya, oleh EdgeConneX kapasitas ini akan dikembangkan hingga sampai 90 MW. 

2.Arthatel
   PT. Artha Telekomindo atau Arthatel adalah perusahaan penyedia layanan informasi dan telekomunikasi terkemuka di Indonesia. Tidak hanya bekerja untuk klien yang berasal dari Indonesia, perusahaan ini juga bekerja sama dengan berbagai perusahaan multinasional corporation (MNC). 
Salah satu layanan unggulan yang disediakan oleh perusahaan ini adalah layanan pusat data yang telah dilengkapi dengan perlengkapan dan keamanan tingkat tinggi. Arthatel bekerja sama dengan Thales eSecurity dan Entrust, dua penyedia layanan keamanan digital di bidang ini. 

3.Area 31
   Area 31 adalah nama dari pusat data yang dibangun oleh PT Dwi Tunggal Putra (DTP), yang terletak di Cimpaeun, Tapos, Depok, Jawa Barat. Data center ini dibangun dengan konsep military bunker dengan tingkat keamanan 8 lapis di atas lahan seluas 20.000 meter persegi. Dengan lahan seluas itu, area 31 rencananya akan memiliki kapasitas sebesar 10 MW dan bisa diisi 1.200 racks. 
Tidak hanya menyediakan layanan pusat data, Area 31 juga didesain untuk melayani layanan telecommunication port (Teleport). Layanan ini disediakan di atas area seluas 1.750 meter persegi di bagian atap bangunan tersebut. Sebagai sarana pendukung, area 31 juga memiliki fasilitas tempat pertemuan yang memungkinkan klien untuk berkolaborasi satu sama lain.

4.Edge
   Edge adalah data center atau pusat data yang dikembangkan oleh PT Ekagrata Data Gemilang (EDGE), anak perusahaan dari PT Indointernet Tbk (Indonet). Rencananya perusahaan ini akan membangun 2 pusat data yang terletak di Jakarta dengan kapasitas maksimum 40 MW, namun saat ini fasilitas yang sudah siap digunakan masih berkapasitas 6 MW. 
Fasilitas pusat data yang sudah siap digunakan ini disebut dengan Edge1 dan terletak di pusat kota Jakarta karena dekat dengan konsumen akhir (end user) dan 2 Internet Exchanges besar. Tujuannya adalah supaya tingkat latensi menjadi rendah, sehingga pengguna dapat mengakses internet dengan lebih mudah. 

5.Princeton Digital Group (PDG)
    Bisnis pusat data di Indonesia terbilang cukup menggiurkan, sehingga tidak heran jika beberapa perusahaan data center international tertarik untuk masuk ke dalam industri pusat data negeri ini, salah satunya adalah perusahaan teknologi asal Singapura Princeton Digital Group (PDG). Sebelum Indonesia, perusahaan ini sudah memiliki 19 pusat data di 4 negara, yaitu China, Jepang, Singapura dan India. 
Saat ini PDG setidaknya memiliki 6 pusat data di Indonesia yang tersebar di Jakarta, Bandung, Surabaya dan Pekanbaru. Rencananya, perusahaan ini juga akan membangun data center baru di Batam dengan lahan seluas 15 meter persegi yang terdiri dari 4 gedung. Masing-masing gedung akan dilengkapi dengan kapasitas 24 MW, sehingga total kapasitas data center yang akan dibangun dengan dana investasi sebesar 15 triliun rupiah ini adalah sebesar 96 MW.

6.Cyber Data Center International
    Cyber Data Center International adalah perusahaan penyedia layanan pusat data tier 3 yang terletak di Gedung Cyber 1, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan. Gedung Cyber ini sudah ada sejak tahun 1995, sementara layanan pusat datanya baru ada sejak tahun 2012. Beberapa perusahaan yang menyimpan data perusahaan dan pelanggan mereka di data center ini antara lain Ajaib Sekuritas, Indo Premier Online Trading (IPOT) dari Indo Premier Sekuritas, dan masih banyak lainnya.
    
Sumber artikel:// ditulis berdasarkan dari berbagai sumber  di internet
   
  
   

Tidak ada komentar:

Posting Komentar